Contoh Slip Gaji Karyawan

Jika anda adalah seorang pengusaha atau pemilik perusahaan baik dalam skala besar ataupun kecil pastinya memiliki beberapa karyawan dan team yang membantu kegiatan usaha dan menyelesaikan pekerjaan anda. Namun tentunya, sebagai pengusaha juga harus memberikan hak upah pada karyawan yang bekerja pada anda. Dalam pemberian gaji karyawan biasanya disertakan slip gaji sebagai rinciannya.

Apa itu Slip Gaji Karyawan?

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai contoh – contoh dari slip gaji karyawan, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud slip gaji karyawan serta tujuan dari dibuatnya dokumen tersebut.
Slip gaji karyawan ialah sebuah dokumen privasi yang berisikan catatan rinci mengenai apa saja yang menjadi haknya dan disertai juga dengan jumlah nominalnya. Selain itu, dalam slip gaji karyawan juga diberikan penjelasan secara tertulis jika ada potongan – potongan yang harus dibayarkan dan tidak lagi menjadi hak anda.
Sedangkan untuk pengertian dari gaji tersebut adalah hak atau komisi yang harus diterima oleh pekerja/karyawan, karena hasil kerja kerasnya atau kontribusi yang telah diberikan. Oleh sebab itu, ketetapan jumlah gaji untuk setiap jabatan ataupun posisi pasti tidak sama. Karena pekerjaan/kontribusi dan tanggung jawabnya pun tentu berbeda.

Manfaat dari Slip Gaji

Tidak dapat dipungkiri bahwa bagi karyawan sendiri, momen yang paling ditunggu adalah saat pembagian gaji. Dalam slip gaji yang diterima karyawan biasanya terdapat beberapa rincian seperti upah pokok, tunjangan – tunjangan, lembur, bonus, potongan dsb. Selain memudahkan pemilik usaha dalam menghitung total gaji setiap karyawannya, bagi karyawan slip gaji juga sebagai bukti bahwa ia bekerja pada suatu perusahaan dan sebagai detail rincian dari gajinya selama satu bulan. Melalui slip gaji membantu terciptanya keterbukaan penghitungan gaji antara perusahaan dan karyawan.
Nah ada beberapa tujuan dan manfaat dibuatnya Slip Gaji karyawan yang bisa diperoleh bagi perusahaan dan bagi karyawan, beberapa diantaranya adalah :

Bagi Perusahaan

Slip Gaji digunakan untuk menjelaskan secara tertulis kepada masing – masing karyawan mengenai rincian yang mempengaruhi jumlah gaji tanpa harus dilakukan penjelasan secara lisan.
Slip Gaji digunakan sebagai pernyataan resmi (bukti otentik) bahwa perusahaan telah memenuhi kewajiban dengan membayar upah kepada seluruh karyawannya sesuai dengan jumlah nominal yang telah disepakati.
Slip Gaji berfungsi sebagai dokumen atau arsip khususnya bagian keuangan kantor untuk mencatat biaya pengeluaran gaji karyawan.

Bagi Karyawan

Slip Gaji berfungsi sebagai pemberi informasi tertulis dari rincian gaji yang diterima sehingga menjadi lebih jelas serta tidak perlu menebak – nebak mengapa bisa mendapatkan gaji sekian.
Sebagai pernyataan sah mengenai berita potongan pajak atau penyetoran pajak pendapatan (PPh).
Bisa digunakan sebagai bukti bahwa bekerja pada instansi tertentu dan rujukan bagi karyawan yang ingin mengajukan kredit motor, rumah, mobil dan lain-lain.

Format Slip Gaji Karyawan

Sementara itu, karena slip gaji juga merupakan bukti formal dan bukti otentik (bukti resmi) dari pemberian upah karyawan dan bahwa karyawan telah menerima gaji tersebut, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada format pembuatan slip gaji tersebut.
Bagi ada yang ternyata belum pernah bekerja pada sebuah instansi ataupun menjadi karyawan swasta maka secara otomatis pasti belum pernah menerima dan mendapatkan slip gaji karyawan, atau ternyata jika anda adalah seorang pengusaha yang memiliki perusahaan sehingga harus memberikan upah pada karyawan – karyawan anda, dibawah ini contoh format slip gaji karyawan.

KOP Slip Gaji (Nama Istansi / Perusahaan)

Pada bagian paling atas dari slip gaji karyawan ialah kop atau kepala yang biasanya tertera nama perusahaan tersebut. Sayangnya di perusahaan kelas menengah kebawah penggunaan bagian kop dalam slip gaji yang mereka buat sering kali ditiadakan.
Sebenarnya pada bagian kop ini sangatlah penting, karena untuk menjelaskan siapa yang telah memberikan gaji, selain itu kop juga bertujuan memberikan identitas lengkap dari perusahaan tersebut. Agar terhindar dari kemungkinan terjadinya kesalahan yang berkaitan dengan kelegalan perusahaan tersebut.
Tak hanya itu, terkadang kop pada slip gaji karyawan juga menjadi sebuah patokan atau acuan untuk menilai apakah perusahaan tersebut adalah sebuah perusahaan yang bonafit atau tidak.

Periode Pembayaran Gaji

Bagian yang tidak kalah penting dari slip gaji adalah informasi mengenai periode pembayaran gaji tersebut. Dengan adanya catatan periode pembayaran ini memudahkan untuk mengetahui bahwa gaji yang diterima adalah gaji untuk bulan apa dan sampai tanggal berapa. Karena setiap perusahaan memiliki kebijakan masing – masing mengenai periode dan tanggal penggajian karyawannya. Beberapa instansi melakukan pembayaran gaji pada tanggal 25, 27 pada setiap bulan, namun ada juga yang penggajian dilakukan awal bulan.

Data Personal Karyawan

Beralih dari dua bagian diatas, selanjutnya adalah data personal karyawan. Pada bagian ini berisi data lengkap dari karyawan yang menerima gaji. Yang pasti harus ada dalam data ini ialah nama karyawan, nomor induk karyawan, jabatan, bagian department, dan bisa disertakan juga nomor NPWP.

Menyatakan Kerahasiaan Dokumen

Di beberapa perusahaan memberikan kode atau tanda pada slip gaji karyawan yang menyatakan kerahasiaan dari dokumen tersebut, seperti misalnya dicantumkan kalimat “private and confidential”. Maksud dari pemberian kalimat tersebut ialah bahwa data yang terdapat pada slip gaji dan diserahkan kepada karyawan tersebut bersifat privasi (pribadi) yang hanya diketahui oleh pihak pemberi upah / perusahaan dan karyawan itu sendiri.

Nominal Besarnya Gaji dan Potongan

Nah ini merupakan bagian paling penting pada slip gaji. Dalam slip gaji harus dituliskan berapa nominal jumlah gaji karyawan dan potongan – potongan yang mengurangi gaji tersebut. Gaji yang diterima meliputi gaji pokok, tunjangan, uang makan, dan uang transportasi. Sedangkan yang mengurangi gaji biasanya potongan karena mempunyai hutang di perusahaan atau potongan lain, seperti pembayaran premi BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Koperasi, Saving Plan / Tabungan Karyawan.

Rincian Detail Pembayaran

Selain menuliskan nominal besarnya gaji dan potongan, cantumkan juga rincian detail pembayaran dari gaji tersebut secara lengkap. Misalnya, berapa jumlah gaji yang seharusnya diperoleh karyawan, berapa jumlah potongan-potongan yang harus dibayar, dan berapa total gaji bersih yang dibayarkan kepada karyawan.

Tanda Tangan dan Tanggal

Pada bagian terakhir dan biasanya terletak di paling bawah dari slip gaji karyawan ialah nama terang karyawan dan perusahaan. Meski bagian terakhir dari slip gaji, namun tak kalah penting dari bagian – bagian sebelumnya. Karena tanda tangan merupakan hal yang pokok, dengan maksud dimana ketika seorang karyawan yang sudah menandatangai slip gaji maka hal tersebut benar bahwa telah ia terima. Dan cantumkan juga tanggal diterimanya slip gaji tersebut oleh karyawan yang bersangkutan.
Itulah beberapa bagian dari format slip gaji karyawan yang biasanya digunakan. Poin – poin yang telah disebutkan diatas adalah bagian yang tidak boleh dilupakan ketika pembuatan slip gaji karyawan. Selain format dari slip gaji tersebut, ada juga komponen yang harus dicantumkan terkait penghitungan gaji.

Komponen Gaji

Komponen ini harus dicantumkan dalam slip gaji karena berhubungan dengan gaji pokok dan tunjangan karyawan. Seperti yang tercantum didalam UU No. 13 Tahun 2013 Pasal 94 tentang Ketenagakerjaan, yang menyebutkan bahwa dalam hal komponen upah terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap maka besarnya upah pokok sedikit – dikitnya 75% dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap.
Berikut beberapa komponen pokok yang harus ada dalam slip gaji karyawan :

Gaji Pokok

Gaji pokok, ialah gaji yang diberikan oleh pihak pemberi kerja / perusahaan yang jumlahnya telah ditetapkan bergantung pada tingkat jabatan atau posisinya didalam perusahaan tersebut. Biasanya penentuan gaji pokok ini selain sesuai standart UMR (Upah Minimum Regional) juga tergantung pada jabatan yang dimiliki oleh karyawan atau jenjang karirnya, karena mencerminkan kompetensi dan kemampuan karyawan karyawan dalam menjalankan tugasnya.

Tunjangan

Tunjangan, ialah upah tambahan yang diberikan oleh perusahaan untuk melengkapi gaji pokok. Beberapa tunjangan yang sering ditemui dalam slip gaji, seperti tunjangan uang makan, transportasi, dan jenjang karir (jabatan). Tunjangan ini diberikan perusahaan bersifat sosial atau intensif dan terbagi menjadi dua macam, yaitu tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap.

Lembur

Lembur, ialah tambahan waktu kerja yang melebihi dari jam kerja biasanya. Di beberapa perusahaan menggunakan 8 jam kerja sehari untuk 5 hari kerja dalam sepekan. Dan perusahaan harus membayar gaji lembur jika memperkerjakan karyawannya lebih dari 40 jam kerja dalam seminggu. Seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi No. 102 tahun 2004 (Menakertrans No. 102/MEN/VI/2004) yang menjelaskan tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur.

Potongan

Potongan ini sifatnya mengurangi gaji karyawan. Biasanya terjadi potongan pada gaji dikarenakan beberapa hal, misalnya potongan pinjaman karyawan, potongan karena ketidakhadiran, pajak penghasilan (PPh), Premi BPJS Kesehatan, Premi BPJS Kesehatan, jaminan pensiun dan asuransi hari tua.

Komisi atau Bonus Tahunan

Komisi atau Bonus Tahunan, ini biasanya diberikan perusahaan pada saat – saat tertentu misalnya pada saat Hari Raya Idul Fitri, Akhir Tahun atau ketika karyawan mencapai target dengan peforma kerja bagus. Komisi atau Bonus Tahunan ini bisa dalam bentuk gaji atau barang.
Nah, beberapa komponen diatas yang harus ada dalam pembuatan slip gaji karyawan khususnya pada poin “nominal besarnya gaji dan potongan” di format slip gaji karyawan.

Cara Membuat Slip Gaji

Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa cara pembuatan slip gaji karyawan secara detail yang dapat kamu lakukan dengan mudah.

Cantumkan Informasi Umum Mengenai Perusahaan

Pada step pertama, cantumkan informasi terkait perusahaan secara detail dalam slip gaji misalnya nama perusahaan, alamat, nomor telepon, website dan email perusahaan tempat karyawan bekerja. Biasanya informasi mengenai perusahaan ini dijadikan sebagai kop pada bagian atas slip gaji.

Cantumkan Periode Pembayaran Gaji

Selanjutnya, cantumkan periode pembayaran gaji dibawah informasi mengenai perusahaan. Disetiap perusahaan tentu mempunyai periode atau tanggal penggajian yang berbeda. Oleh sebab itu, maka periode pembayaran gaji ini termasuk salah satu hal penting dan bisa jadi akan selalu berubah didalam setiap pemberian slip gaji karyawan.

Cantumkan Data Pribadi Karyawan

Setelah itu, tuliskan data data pribadi mengenai karyawan dalam slip gaji. Penulisan data personal harus teliti agar tidak terjadi kesalahan yang bisa berakibat pada salahnya pemberian slip gaji. Data yang biasanya dicantumkan meliputi, Nama Lengkap Pegawai, Nomor Induk Pegawai, Jabatan dan Nama Departement. Detail data personal pada slip gaji tersebut bisa membantu untuk mempermudah ketika penggajian karyawan dan mempercepat proses pembagian slip gaji.

Cantumkan Informasi Pajak

Berikutnya, jangan lupa cantumkan juga mengenai pajak penghasilan yang dikenakan dalam slip gaji. Penulisan informasi pajak ini di beberapa kondisi tidak terdapat dalam slip gaji, seperti misalnya untuk pegawai kontrak atau pegawai yang belum termasuk dalam kategori wajib pajak. Di beberapa perusahaan ada yang memberlakukan semua karwayan dikenakan potongan tarif pajak yang sama didalam satu perusahaan. Sehingga jika ada potongan pajak, kamu juga harus menjelaskan secara rinci dan detail mengenai data pajak yang harus dibayarkan oleh karyawan serta gaji bersih yang akan didapatkan.

Cantumkan Nominal dan Rincian Gaji

Pada poin ini adalah yang terpenting dan memerlukan ketelitian. Seperti yang sudah dijelaskan pada komponen gaji diatas, ada beberapa macam pendapatan gaji yang bisa diperoleh seorang karyawan dalam satu bulan, yaitu Gaji pokok, Tunjangan – Tunjangan, Gaji Lembur serta Bonus. Nah, cantumkan poin – poin tersebut dalam slip gaji karyawan beserta dengan nominalnya.

Cantumkan Potongan Gaji

Setelah mencantumkan pendapatan karyawan, selanjutkan tuliskan juga potongan – potongan yang mengurangi pendapatan tersebut dan berapa nominalnya. Potongan pada gaji bukan sekedar dari pajak saja, tetapi ada potongan lainnya, misalkan untuk pembayaran koperasi, premi BPJS, atau Asuransi. Bisa juga potongan karena karyawan yang bersangkutan memiliki kewajiban berupa hutang/kas bon di perusahaan.

Hitungan Total Gaji Bersih

Yang terakhir, setelah pendapatan dan potongan gaji karyawan dicantumkan maka beri total gaji bersih dari karyawan. Gaji bersih adalah nilai gaji yang akan diterima oleh seorang karyawan setelah dikurangi beberapa potongan – potongan. Tentunya total hitungan gaji bersih yang tertera dalam slip gaji haruslah sama dengan nilai gaji yang diterima oleh karyawan.

Itulah urutan cara membuat slip gaji yang dapat kamu lakukan dengan mudah. Selain beberapa hal diatas yang dapat langsung dipraktekkan ketika membuat slip gaji, berikut ada beberapa contoh dari slip gaji karyawan agar penjelasan diatas lebih mudah dipahami.

Contoh Slip Gaji

Kurang lengkap rasanya apabila membahas slip gaji dengan rinci mulai dari pengertian sampai dengan cara membuatnya tapi belum melihat bagaimana contohnya. Bagi yang masih bingung atau belum bisa membayangkan seperti apa dan kira-kira bagaimana bentuk real slip gaji, berikut ini akan kami berikan beberapa contoh dari slip gaji yang sering digunakan.

Contoh Slip Gaji Pegawai, Karyawan Swasta/Wiraswasta

Berikut ini beberapa contoh slip gaji yang dapat dipakai untuk karyawan swasta/wiraswasta dan bisa juga digunakan untuk pegawai non swasta.

Kesimpulan

Banyak contoh slip gaji karyawan bisa ditemukan dengan mudah di internet sebagai referensi, karena tidak sedikit organisasi atau perusahaan yang dengan senang hati menunjukkan seperti apa format dari slip gaji karyawan yang mereka gunakan.
Dari berbagai format yang ada, pilihlah yang paling cocok dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan anda. Karena setiap perusahaan mempunyai kebutuhan dalam slip gaji yang berbeda. Dan jika ingin menggunakan software atau aplikasi untuk membuat slip gaji secara otomatis maka baca instruksi mengenai apa yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

Demikianlah, penjelasan mengenai slip gaji dan contoh – contoh slip gaji yang bisa kami berikan. Kami juga telah memaparkan tentang definisi, format, komponen gaji, cara membuat slip gaji dan beberapa contoh dari slip gaji agar lebih mudah dipahami. Semoga artikel yang kami berikan dapat bermanfaat. Sekian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *