Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan

Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam sebuah perusahaan menjadi salah satu faktor penting untuk bisa mencapai kesuksesan dan keberhasilan pada perusahaan tersebut. Dari SDM yang berkualitas maka akan tercipta Kinerja yang baik dan meningkatnya produktivitas dari karyawan tersebut sehingga akan sangat berpengaruh terhadap pencapaian target – target yang direncanakan oleh perusahaan.
Namun tidak dapat dipungkiri, bahwa terkadang kinerja karyawan mengalami fase naik – turun. Saat kinerja dari salah satu pekerja menurun, hal itu bisa berpengaruh pada kinerja karyawan yang lainnya. Produktivitas kerja yang mengalami penurunan dari salah seorang pekerja bisa menular kepada yang lainnya. Sehingga penanganan dengan segera sangat diperlukan ketika kinerja dari karyawan mengalami penurunan.
Ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi kinerja karyawan dan dapat digunakan oleh perusahaan untuk menjaga kinerja dari pekerja agar tetap baik. Berikut beberapa faktor tersebut :

Fasilitas Kerja (Sarana dan Prasarana Kerja)

Penunjang kinerja karyawan yang harus diperhatikan adalah sarana dan prasarana yang mendukung. Dengan fasilitas kerja yang memadai maka akan sangat membantu karyawan untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan maksimal.
Sarana dan prasarana di lingkungan kerja mempunyai pengaruh penting dalam menjaga kinerja karyawan agar tetap baik. Perasaan nyaman dan aman karena tersedianya fasilitas kerja yang tercukupi sesuai dengan kebutuhan pekerja akan mempengaruhi tingkat produktivitas dan kinerja karyawan.
Ketika Anda mengharapkan kinerja karyawan bagus, maka juga harus berbanding lurus dengan memberikan fasilitas kerja yang memadai. Dengan fasilitas yang sudah tersedia, apakah karyawan dapat melakukan pekerjaannya dengan maksimal atau belum?
Beberapa fasilitas yang menunjang kinerja karyawan misalnya, tersedianya air minum, adanya tempat ibadah, kantin, peralatan dan perlengkapan kantor yang memadai, alat pelindung diri untuk karyawan lapangan dst.

Dukungan dan Support dari Atasan

Seorang pemimpin yang baik dan selalu memberikan support kepada bawahannya akan mempengaruhi psikis karyawan dan bisa memberikan dampak positif sehingga menjadikan kinerja karyawan semakin baik. Support dan dukungan dari atasan ini bisa juga menjadi motivasi kerja tersendiri bagi karyawan.
Sebagai seorang pemimpin, Anda harus bisa mendengarkan ide dan pendapat dari karyawan Anda. Ketika mereka menyampaikan ide – ide baru dan gagasan saat rapat maka berikan support penuh serta libatkan mereka dalam penyelesaian masalah yang ada.
Mendengarkan ide – ide baru dari karyawan bisa membawa perubahan yang baik dan kemajuan bagi perusahaan. Ajak pekerja ikut berperan aktif dalam melakukan terobosan – terobosan penting, dengan begitu mereka juga akan merasa dihargai dan bisa meningkatkan kreativitas yang bermanfaat bagi perusahaan.

Kondisi dan Suasana Lingkungan Kerja

Selain fasilitas kantor dan dukungan dari atasan, lingkungan kantor juga menjadi salah satu hal yang sangat berpengaruh pada kinerja dan produktivitas karyawan.
Sekitar 80% karyawan memilih untuk mengundurkan diri dari perusahaan jika lingkungan kerjanya tidak kondusif. Apa saja yang termasuk dalam lingkungan kerja?
Misalnya : Suasana ruangan kantor, rekan kerja, kebiasaan – kebiasaan sederhana karyawan di kantor atau budaya kerja, cara berkomunikasi antar pekerja dan banyak lagi.
Untuk menciptakan sebuah lingkungan kerja yang nyaman serta kondusif maka perlu dibuat aturan – aturan kecil antar karyawan yang disepakati bersama. Contohnya : membiasakan membuang sampah pada tempatnya, menghindari mengejek sesama karyawan, sekedar memberikan sapaan “hallo” ketika bertemu. Selain itu, kondisi lingkungan kerja yang sehat juga berpengaruh pada kinerja karyawan seperti misalnya jumlah ruang kerja disesuaikan dengan total karyawan yang ada, suhu udara dan lampu penerangan yang cukup.

Prioritas Kerja yang Jelas

Faktor selanjutnya yang mempengaruhi kinerja karyawan ialah berikan prioritas kerja yang jelas kepada karyawan Anda. Pemberian job disk, SOP (Standar Operasional Prosedur) dan pendelegasian alur kerja yang jelas pada karyawan agar tidak akan ada kebingungan dan bisa melakukan pekerjaan dengan efektif mengikuti SOP yang sudah ada.
Dengan pemberian prioritas kerja maka akan tercipta efisiensi dan efektivitas kerja. Jangan membebankan terlalu banyak tugas secara bersamaan kepada karyawan, sehingga mereka merasa stress serta bingung mana pekerjaan yang harus dikerjakan terlebih dahulu dan mana yang bisa ditunda.
Berikan cukup waktu kepada karyawan untuk menyelesaikan pekerjaannya satu per satu sesuai dengan timeline dan SOP. Jikalaupun ternyata ada pekerjaan penting dan bersifat insidensial yang harus dikerjakan karyawan maka sebagai pimpinan harus pintar mengutak-atik jadwal deadline dari pekerjaan yang sebelumnya sedang atau akan dikerjakan.

Apresiasi dan Bonus

Tidak dapat dipungkiri bahwa karyawan akan bekerja lebih loyal apabila pekerjaan yang mereka kerjakan mendapatkan apresiasi oleh perusahaan. Jangan pelit untuk sekedar memberikan pujian setiap kali karyawan selesai mengerjakan tugas. Karyawan akan bekerja dengan memberikan segenap kemampuan ketika pekerjaan yang mereka lakukan dihargai oleh perusahaan. Bukan hanya sekedar dihargai dengan bonus uang, tetapi juga dengan bentuk apresiasi berupa pujian dari atasan.
Ada dua bentuk penghargaan yang bisa meningkatkan kinerja dari karyawan :
– Pertama penghargaan dalam bentuk apresiasi atau pujian dari pimpinan.
– Kedua penghargaan berupa bonus uang atau insentif.
Bisa juga memberikan pujian pada moment tertentu yang disaksikan oleh karyawan lain, karena prosesi ini bisa meningkatkan motivasi karyawan lainnya untuk bekerja sebaik mungkin. Mereka tentu berharap akan memperoleh apresiasi dan bonus seperti yang didapatkan oleh rekan kerjanya.

Rapor Penilaian Kerja Karyawan

Untuk memacu kinerja karyawan dan memberikan motivasi agar kinerja meningkat, perusahaan bisa membuat buku laporan sejenis rapor yang berisi penilaian kerja dari karyawan yang bersangkutan. Dengan adanya catatan laporan yang dimiliki setiap karyawan akan mudah untuk memberikan penilaian dan apresiasi kepada karyawan yang memang berprestasi.
Rapor bisa dibuat untuk berbagai penilaian, misalnya kinerja, kedisiplinan, absensi dan lain sebagainya. Bisa diberikan kepada karyawan dalam jangka waktu tertentu seperti setiap 3 bulan sekali, 6 bulan sekali atau sampai setahun sekali. Laporan kinerja karyawan juga bisa dijadikan acuan untuk perpanjangan kontrak kerja selanjutnya sehingga membuat karyawan terpacu untuk terus meningkatkan kinerjanya.

Blokir Situs Sosial Media di Jam Kerja

Bermain sosial media memang dapat menghabiskan banyak waktu apalagi jika dilakukan di jam kerja tentu akan mengurangi produktivitas kerja. Fokus karyawan akan terganggu dan kinerja tentunya menurun. Oleh karena itu, perusahaan bisa melarang atau memblokir situs media sosial yang sekiranya akan dimanfaatkan oleh karyawannya untuk killing time.
Tentu saja dengan mengkomunikasikan dan mensosialisasikan aturan terlebih dahulu bahwa tidak diperbolehkannya menggunakan sosial media diluar pekerjaan pada saat jam kerja.

Kesehatan Karyawan

Kurangnya waktu istirahat dan tingkat stress menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kesehatan karyawan terganggu. Tentu saja kinerja karyawan akan menurun apabila kondisi fisiknya sedang tidak fit. Misalnya, saat sedang meeting karyawan merasa pusing, pastinya akan mempengaruhi konsentrasi. Atau pekerja yang tidak fokus karena mengantuk akan mengurangi produktivitas. Selain itu bagi pekerja lapangan kurangnya konsentrasi bisa menyebabkan kecelakaan kerja.
Untuk itu perlu menghindari jam kerja lembur yang berlebihan agar karyawan bisa beristirahat dengan cukup dan tidak stress karena pekerjaan. Perusahaan juga bisa mengurangi tingkat stress pada pekerja dengan memberikan program family gathering atau rekreasi bersama seluruh karyawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *