Hak Cuti Karyawan

Bagi seorang karyawan mendapatkan cuti kerja adalah hak. Lebih daripada itu, cuti merupakan sebuah kegembiraan untuk melepas penat sejenak dari pekerjaan. Maka penting bagi karyawan dan divisi HRD untuk mengetahui apa saja hak cuti karyawan agar bisa terakomodir dengan baik.
Hak cuti bagi karyawan di Indonesia telah diatur dalam Undang – Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Hak cuti karyawan di Indonesia diatur dalam Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003. Dalam Undang-Undang itu, telah diatur tujuh hak cuti karyawan yakni cuti tahunan, cuti besar, cuti bersama, cuti hamil, cuti sakit, cuti penting dan cuti berbayar.

Hak Cuti Tahunan

Setiap karyawan atau pekerja berhak memperoleh 12 hari cuti dalam satu tahun atau 1 hari hak cuti dalam sebulan. Cuti karyawan jenis ini disebut sebagai cuti tahunan dan telah diatur dalam UU Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2013 dalam pasal 79 dan 84.
Berikut beberapa syarat untuk mengajukan cuti tahunan.
Jika Anda telah bekerja dalam sebuah perusahaan minimal 1 tahun atau selama 12 bulan berturut-turut maka Anda berhak mendapatkan sekurang-kurangnya 12 hari untuk cuti tahunan.
Namun ada juga perusahaan yang memberikan hak cuti tahunan kepada pekerja meskipun masa kerjanya belum sampai 1 tahun.
Karena merupakan wewenang bagi setiap perusahaan untuk mengatur lebih lanjut hak cuti tahunan karyawan. Biasanya diatur lebih detail dalam peraturan perusahaan atau didalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) serta kesepakatan antara pengusaha / manajemen dan karyawan.

Hak Cuti Sakit

Semua karyawan pasti ingin selalu sehat namun apabila sakit, maka Anda berhak untuk mendapatkan cuti agar bisa istirahat. Sakit yang dimaksud ialah sakit menurut keterangan dari dokter. Jadi, Anda harus memperoleh surat keterangan dokter terlebih dulu apabila hendak mendapatkan cuti sakit.
Cuti sakit bisa digunakan ketika Anda menderita sebuah penyakit, mengalami kecelakaan di luar kantor ataupun saat bekerja. Anda berhak mendapatkan cuti sakit dengan mengajukan surat permohonan yang disertai dengan surat keterangan dari dokter.
Lamanya masa cuti sakit disesuaikan seperti waktu istirahat yang tertera dalam surat keterangan dokter.
Selain itu, khusus bagi Karyawan Wanita berhak mendapatkan cuti haid apabila sedang menstruasi. Seperti yang tercantum dalam Undang – Undang Ketenagakerjaan pasal 81 ayat 1 yang menjelaskan bahwa karyawan perempuan yang sedang dalam masa haid merasakan sakit serta memberitahukan kepada pengusaha, maka tidak wajib bekerja di hari pertama dan kedua pada saat haid.
Namun dalam pelaksanaannya tetap akan diatur lebih lanjut oleh perusahaan dalam peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

Hak Cuti Bersalin atau Melahirkan

Bagi karyawan wanita yang sedang hamil berhak memperoleh cuti bersalin atau melahirkan. Cuti bisa diambil sebelum, saat dan juga setelah melahirkan.
Cuti hamil merupakan sebuah perlindungan bagi karyawan perempuan sehingga diberikan hak cuti ini agar dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum proses melahirkan serta bisa merawat anak setelah bersalin.
Lamanya masa cuti melahirkan diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan pasal 82 ayat 1 yang menyebutkan bahwa karyawan perempuan berhak mendapatkan istirahat sebelum saatnya melahirkan selama 1,5 (satu setengah) bulan dan juga 1,5 (satu setengah) bulan setelah melahirkan sesuai perhitungan dokter atau bidan.

Hak Cuti Besar

Hak cuti besar ini disebut juga sebagai istirahat panjang. Biasanya diperuntukkan bagi karyawan yang loyal bekerja di sebuah perusahaan yang sama selama bertahun-tahun.
Namun memang tidak semua perusahaan memberi cuti besar kepada karyawannya. Hanya perusahaan – perusahaan tertentu yang melaksanakannya. Jadi sebelum Anda merencanakan liburan dengan menggunakan hak cuti besar, Anda harus memastikan terlebih dahulu apakah di perusahaan tempat Anda bekerja memberikan cuti besar atau tidak.

Kapan Anda mendapat hak cuti besar

Setelah Anda mempunyai masa kerja di satu perusahaan selama 6 tahun, Anda berhak memperoleh cuti besar/istirahat panjang. Bisa melakukan pengajuan cuti ini pada tahun ke – 7 dan ke – 8 dengan masing-masing masa cuti selama satu bulan.
Hak cuti besar bisa dinyatakan gugur apabila Anda tidak segera mengajukannya setelah hak istirahat panjang tersebut muncul. Jadi Anda dapat segera mengajukan cuti begitu hak itu timbul.

Hak Cuti karena Alasan Penting

Apabila Anda tidak dapat masuk kerja karena suatu alasan penting, maka berhak mengajukan cuti dan tetap dibayar penuh.

Berikut beberapa alasan atau keperluan penting yang dimaksudkan dalam cuti ini :

  • Pekerja menikah : 3 hari
  • Menikahkan anaknya : 2 hari
  • Mengkhitankan anaknya : 2 hari
  • Membaptiskan anaknya : 2 hari
  • Istri melahirkan atau mengalami keguguran kandungan : 2 hari
  • Suami/istri, anak/menantu, orangtua/mertua meninggal dunia : 2 hari
  • Anggota keluarga yang tinggal di satu rumah meninggal dunia : 1 hari

Jika Anda mempunyai keperluan penting seperti yang disebutkan diatas, ajukan untuk permohonan cuti sesuai jumlah hari yang sudah ditentukan.
Jika hari cuti yang Anda ajukan lebih dari ketentuan, bisa jadi hal tersebut akan mempengaruhi cuti tahunan. Anda bisa menanyakan lebih lanjut kepada HRD di perusahaan Anda.

Hak Cuti Bersama

Cuti bersama adalah hak cuti karyawan yang diatur dalam Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor SE.302/MEN/SJ-HK/XII/2010 tentang Pelaksanaan Cuti Bersama di Sektor Swasta. Penetapan libur cuti bersama biasanya pada Hari Besar Nasional atau Hari Raya Besar Keagamaan.
Menurut Surat Edaran tersebut juga bahwa cuti bersama adalah bagian pelaksanaan dari cuti tahunan sehingga ketika karyawan mengambil libur cuti bersama maka hak cuti tahunannya otomatis akan berkurang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *