Penilaian Kinerja Karyawan

Dalam sebuah perusahaan secara periodik ada yang namanya penilaian kinerja atau istilah lainnya penilaian karyawan, evaluasi kerja maupun tinjauan kerja. Penilaian karyawan ialah bentuk upaya untuk melakukan penilaian terhadap prestasi kerja seseorang yang memiliki tujuan meningkatkan produktivitas sehingga berpengaruh pada peningkatan profit perusahaan.

Poin – Poin Penilaian Kinerja

Beberapa poin yang biasanya digunakan untuk memberikan penilaian kinerja karyawan adalah :

Tentang Kedisiplinan Waktu

  • Apakah karyawan selalu datang tepat waktu?
  • Apakah semua target yang diberikan perusahaan tercapai?
  • Apakah semua pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik dan sesuai deadline?
  • Apakah karyawan pernah menolak tugas tambahan dari atasan?
  • Apakah karyawan pernah bermalas – malasan pada saat jam kerja?

Tentang Attitude dan Komitmen

  • Apakah semua SOP dilakukan dengan baik?
  • Bagaimana sikap karyawan pada atasan atau rekan kerja dalam satu team?
  • Apakah karyawan bisa berkoordinasi dengan semua team di dalam perusahaan?

Tujuan penilaian kinerja adalah untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Dari penilaian yang telah dilakukan, perusahaan bisa mengevaluasi jika ada karyawan yang kinerjanya buruk dan segera mengambil tindakan agar tidak mempengaruhi kinerja dari pekerja yang lainnya. Namun, tujuan ini sering kali tidak tercapai karena banyak dari perusahaan yang belum melakukan penilaian kinerja karyawan secara baik dan benar.
Agar tidak terjadi penurunan produktivitas dan kinerja yang bisa berpengaruh pada menurunnya pencapaian target perusahaan maka harus dilakukan penilaian kinerja yang efektif terhadap karyawan. Penilaian yang efektif harus dilakukan dengan fair dan objektif tanpa melibatkan perasaan.
Dalam penilaian kinerja karyawan, Fair artinya ialah memenuhi standar yang sudah ditetapkan, sedangkan objektif ialah karyawan harus memenuhi nilai – nilai yang diberikan oeh perusahaan dan sesuai dengan tingkat pencapaian.

Untuk menilai apakah penilaian kinerja karyawan ini fair, setidaknya ada 5 hal yang harus diperhatikan :

  • Tujuan kinerja yang jelas
  • Tujuan tersebut telah disepakati bersama
  • Tujuan tersebut saling berkaitan dengan uraian posisi/jabatan
  • Penilaian melalui pertemuan tatap muka
  • Penilaian melalui diskusi.

Sedangkan agar bisa memberikan penilaian yang objektif, ada 6 hal yang perlu dipertimbangkan :

  • Data harus actual
  • Menilai perilaku kerja karyawan baik yang positif dan negative
  • Team penilai memiliki faktor keberanian dan ketegasan
  • Mempunyai sistem penilaian yang terstruktur
  • Form penilaian yang mudah dipahami dan tidak rumit ketika pengisian
  • Kemampuan analisa dan penilaian

Proses Penilaian Kinerja Karyawan

Setelah mengetahui hal – hal yang perlu diperhatikan agar penilaian kinerja yang dilakukan pada karyawan fair dan objektif, selanjutnya penting untuk mengetahui bagaimana proses melakukan penilaian kinerja karyawan. Pada penerapannya penilaian ini memiliki berbagai tahapan yang harus dilakukan karena penilaian kinerja merupakan sebuah proses yang selalu kontinyu serta tidak bersifat temporer. Berikut beberapa proses penilaian kinerja karyawan :

Analisis Pekerjaan

Sebelum melakukan penilaian terhadap kinerja pegawai, hal pertama yang harus dilakukan adalah analisis pekerjaan. Proses ini bisa dimulai dari analisis posisi atau jabatan. Dengan mengetahui jabatan dari karyawan maka akan lebih mudah untuk menjabarkan jenis pekerjaan, job disk, kondisi kerja, tanggung jawab yang diemban, dan berbagai program serta kegiatan yang dilakukan. Proses analisis pekerjaan ini sangat penting dalam pemberian penilaian kinerja karena menjadi dasar untuk penentuan standard dan evaluasi.

Standar Kinerja

Penentuan standar kinerja karyawan digunakan sebagai acuan untuk mengkomparasi antara hasil kerja dengan standar yang telah ditetapkan perusahaan. Melalui perbandingan ini maka dapat dengan mudah diidentifikasi apakah kinerja dari karyawan sudah sesuai dengan target atau belum. Dalam hal ini standar kinerja harus ditulis secara spesifik, mudah dipahami, realitis serta terukur.

Sistem Penilaian Kinerja

Secara umum ada 4 sistem atau metode dalam penilaian kinerja karyawan, yaitu Behaviour Appraisal System, Personel/Performer Appraisal System, Result – Oriented Appraisal System dan Contingency Appraisal System.
Behaviour Appraisal System adalah penilaian kinerja yang berdasarkan pada penilaian tingkah laku atau kebiasaan sikap karyawan.
Personel/Performer Appraisal System adalah penilaian kinerja yang didasarkan pada ciri, sifat dan karakteristik individu pada setiap karyawan.
Result – Oriented Appraisal System adalah penilaian kinerja berdasarkan hasil kerja atau pencapaian target karyawan.
Contingency Appraisal System ialah penilaian kinierja yang merupakan kombinasi beberapa unsur yaitu, ciri, tingkah laku, sifat dan hasil kerja.

Langkah – Langkah Penilaian Kinerja

Berikut langkah – langkah untuk melakukan penilaian kinerja karyawan :

Persiapkan kelengkapan data – data untuk penilaian kinerja

Pertama Anda harus mempersiapkan data – data yang berkaitan dengan perilaku kerja dan kinerja bawahan Anda. Bisa berupa laporan, catatan, hasil bimbingan terakhir dst (sejenis rapor penilaian/rapor kinerja karyawan).

Buat Penilaian dengan Data yang dimiliki

Gunakan dan manfaatkan data – data yang telah terkumpul sebagai dasar untuk memberikan penilaian dan umpan balik. Hasil penilaian serta umpan balik ini masih bersifat draf penilaian atau sementara tetapi akan menjadi penting nantinya karena merupakan acuan dari keputussan di akhir nantinya.

Diskusikan dengan Atasan secara Langsung

Biasanya penilaian kinerja karyawan ini dilakukan tersendiri oleh bagian HRD, meskipun telah diberikan wewenang tetapi tetap harus mendiskusikan draf penilaian yang telah dibuat dengan atasan. Ini bertujuan agar mendapatkan sebuah keputusan yang fair dan objektif.

Buat pertemuan dengan Karyawan

Setelah memperoleh keputusan final, selanjutnya buat pertemuan dengan karyawan yang bersangkutan. Carilah waktu dan tempat yang nyaman dan privasi untuk mengobrol misalnya di ruang kerja atau ruang rapat.

Berikan hasil penilaian kepada Karyawan

Serahkan hasil penilaian kinerja kepada karyawan dan berikan waktu yang cukup untuk membaca dan mempelajari dokumen penilaian yang sudah anda buat. Ini penting agar karyawan juga mengetahui bagaimana catatan penilaian kinerjanya selama ini.

Diskusikan hasil penilaian dengan Karyawan

Melakukan diskusi ini bukanlah bertujuan untuk merubah hasil dari penilaian, tetapi membahas apa saja kelebihan dan kekurangan dari kinerja karyawan serta apa yang harus ditingkatkan dan diperbaiki. Dalam sesi ini, sangat penting untuk memberikan motivasi kepada karyawan.
Berikan juga kesempatan kepada pegawai untuk menyampaikan pendapat atau tanggapan mengenai hasil dari penilaian tersebut yang bisa digunakan sebagai masukan bagi Anda. Anda harus bisa menerima setiap pendapat dan argument mereka, diskusikan dengan baik agar diperoleh hasil penilaian yang benar – benar fair dan objektif.

Beritahukan rencana pengembangan

Beritahukan mengenai rencana pengembangan diri yang akan dilakukan setelah karyawan mengetahui hasil penilaian kinerjanya dan diskusi terkait hal tersebut sudah selesai. Pengembangan ini bisa berupa promosi jabatan, pelatihan, penugasan atau mutasi.
Tujuannya agar memperoleh kesepatakan bersama dengan karyawan supaya rencana pengembangan tersebut berjalan dengan lancar dan berguna untuk peningkatan kinerja karyawan dikuartal selanjutnya. Sehingga ketika penilaian kinerja karyawan selanjutnya bisa dilihat apakah pengembangan yang dilakukan berjalan efektif dan efisien atau tidak terhadap kinerja karyawan.

Penutup

Kegiatan penilaian kinerja karyawan yang dilakukan secara berkala dan teratur akan menunjang perkembangan perusahaan. Anda bisa melakukan perbandingan antara karyawan yang diberikan penilaian kinerja dan yang tidak pernah dilakukan penilaian. Sehingga bisa mengambil kesimpulan apaka penilaian kinerja ini efektif dilakukan atau tidak.
Semua yang dilakukan dalam penilaian kinerja akan berdampak kepada kemajuan perusahaan melalui kinerja yang baik dari karyawannya. Lakukan terus upaya untuk meningkatkan kinerja karyawan agar perusahaan mencapai target yang telah direncanakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *